Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Gelar Konsolidasi Pengawasan DPSHP dan DPSHP Akhir!
|
Tasikmalaya-Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya gelar konsolidasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih pada Tahapan Penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Akhir Pemilihan Umum Tahun 2024, Kamis (15/6/2023).
Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya serta turut mengundang Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Bapak Sutarno, SH., MH. selaku Keynote Speakers, Koordinator Divisi HP2HM Panwaslu Kecamatan beserta Asisten Divisi sebagai peserta dan Ketua STIA Tasikmalaya Dr. H. Agus Fatah Hidayat beserta Anggota KPU Kab. Tasikmalaya Ai Rohmawati sebagai narasumber.
Sekaligus membuka acara, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Bapak Dodi Juanda sebut bahwa Daftar Pemilih sangat penting, karena kecurangan berasal dari daftar pemilih. Selain itu, Bapak Dodi juga menyampaikan bahwa yang paling utama adalah menjamin masyarakat yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih masuk kedalam daftar pemilih.
Dalam paparannya, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Bapak Sutarno sebut bahwa dalam mengawasi Penyusunan DPT Pemilu 2024, ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain memastikan pengelompokkan jumlah pemilih per TPS untuk pemenuhan kebutuhan logistik, memastikan akurasi pemilih memenuhi syarat dan pemilih baru, dan memastikan seluruh saran perbaikan dari pengawas Pemilu telah ditindaklanjuti sebelum penetapan DPT.
Bapak Dr. H. Agus Fatah Hidayat menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang penting untuk dilaksanakan oleh pengawas Pemilu diantaranya yaitu memberikan rekomendasi hasil Analisis, memberikan Catatan dan Koreksi hasil analisis yang mendalam, memberikan Jaminan Hak Pilih Tetap Terjaga, dan pastikan proses Pemilihan terjamin berjalan dengan lancar.
Sementara itu, Ibu Ai Rohmawati sebut bahwa KPU sudah menindaklanjuti saran perbaikan yang disampaikan oleh Panwaslu Kecamatan dan Bawaslu
"Kita sudah menyerahkan data yang meninggal ke Disdukcapil untuk dilakukan penghapusan sebanyak kurang lebih 40.959 data. Kita sudah mengumpulkan perbaikan dari Panwascam dan Bawaslu, ini merupakan sebuah pengingat bagi KPU untuk tidak lengah dan terus melakukan crosscheck terhadap data pemilih"
-AA