Jum'at Sehati, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Tekankan Pentingnya Nilai Kesetaraan dalam Berinteraksi
|
Tasikmalaya – Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menggelar Program Jum'at Sehati secara daring pada Jumat (24/7/2026). Selain menjadi momentum penguatan spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk merefleksikan pentingnya nilai kemanusiaan dan kesetaraan dalam membangun hubungan dengan sesama.
Kegiatan yang dilaksanakan karena bertepatan dengan jadwal Work From Home (WFH) ini diikuti oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda, S.P., Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Ahmad Aziz Firdaus, S.Sos., serta Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Syarif Ali, S.Ag.
Turut hadir Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dede Hendayana, S.STP., M.Si., para Kepala Subbagian (Kasubag), dan jajaran staf Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.
Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ahmad Aziz Firdaus, S.Sos., selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia perlu menghadirkan sisi kemanusiaan dalam berinteraksi sosial, baik di lingkungan kantor maupun di tengah masyarakat.
"Kita harus bisa menghadirkan sisi kemanusiaan dalam berinteraksi sosial, di ruang lingkup kantor, ruang lingkup RT, RW, desa, kecamatan, hingga kabupaten. Kita semua adalah makhluk yang tentu dari sifat kemanusiaannya itu penting untuk mengedepankan kesetaraan sebagai manusia," ungkap Ahmad.
Menurutnya, dalam membangun hubungan dengan sesama, manusia tidak seharusnya menjadikan harta, jabatan, profesi, maupun status sosial sebagai dasar untuk membedakan perlakuan terhadap orang lain. Kesetaraan sebagai sesama manusia harus menjadi nilai yang dikedepankan dalam setiap interaksi.
Ia juga mengaitkan nilai tersebut dengan Pancasila, khususnya sila kelima, yaitu "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia." Nilai keadilan dan kesetaraan tersebut, menurutnya, penting untuk menjadi bagian dari sikap dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kelembagaan Bawaslu.
"Bagi kita, tentu di Bawaslu ini mengedepankan kesetaraan itu. Ketika misalkan, bagaimana bersikap terhadap peserta pemilu," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa apabila hubungan antarmanusia lebih banyak dibangun berdasarkan identitas seperti harta, jabatan, profesi, atau status sosial, maka akan muncul pembeda yang dapat mengurangi nilai kemanusiaan dalam interaksi.
"Membangun hubungan manusia dengan mengedepankan identitas lain, seperti harta, jabatan, profesi, atau status sosial sehingga seolah ada pembeda. Jika itu yang menjadi pertimbangan dan dikedepankan dalam hubungan sesama manusia, selain insaniah, maka pertimbangan mendapatkan rahmat Allah itu akan cacat, akan hilang," katanya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya agar senantiasa mengedepankan sikap adil, setara, dan manusiawi dalam menjalankan tugas. Terlebih dalam pelaksanaan tugas kelembagaan, nilai-nilai tersebut penting untuk menjaga profesionalitas dan integritas dalam berinteraksi dengan seluruh pihak, termasuk peserta pemilu.
Melalui Program Jum'at Sehati, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong agar nilai spiritualitas tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu dan pemilihan.