Lompat ke isi utama

Berita

Dari Upacara Bendera, Bawaslu Tasikmalaya Sampaikan Pesan Demokrasi kepada 1.900 Siswa-Siswi SMK Al-Huda

SMK Al-Huda Sariwangi

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus, menjadi pembina upacara bendera di SMK Al-Huda Sariwangi pada Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.900 siswa-siswi, kepala sekolah, jajaran dewan guru, serta staf karyawan SMK Al-Huda Sariwangi.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Aziz Firdaus didampingi oleh anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya lainnya, Tamrin dan Syarif Ali. Kehadiran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda, khususnya para pemilih pemula agar memahami peran dan tanggung jawabnya dalam proses demokrasi.

Dalam amanatnya, Ahmad Aziz mengajak para siswa untuk tidak bersikap apatis terhadap kehidupan politik dan demokrasi. Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa karena kebijakan politik yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

“Suka tidak suka, pemilu adalah sebuah cara bagaimana memilih rezim politik di Indonesia. Kami mengajak kepada siswa-siswi untuk tidak apatis, tidak bersikap masa bodoh terhadap rezim politik, karena politik merupakan cara membuat kebijakan yang berimbas pada kualitas kehidupan masyarakat,” ujar Ahmad Aziz dalam amanatnya.

Ahmad Aziz menyampaikan bahwa menjadi pemilih tidak hanya sekadar hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas demokrasi. Ia mengajak para siswa yang nantinya memiliki hak pilih agar menggunakan suara secara bijak dan tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan tertentu.

“Kami mengajak tidak hanya sekadar hadir di TPS, tidak hanya sekadar menunaikan kewajiban sebagai warga negara yang sudah mendapatkan kriteria sebagai pemilih, tapi kami mengajak untuk sama-sama menjaga kualitas demokrasi ke depan,” kata Ahmad Aziz.

Salah satu pesan utama yang disampaikan Ahmad Aziz adalah pentingnya menolak praktik politik uang. Ia mengajak siswa-siswi SMK Al-Huda Sariwangi menjadi bagian dari upaya menghapus politik transaksional yang dapat merusak kualitas demokrasi. Menurutnya, pilihan politik tidak boleh ditukar dengan imbalan materi sesaat karena dapat berdampak terhadap kebijakan dan kepemimpinan di masa mendatang.

“Kami mengajak siswa-siswi SMK sebagai mitra pemilu untuk sama-sama berikhtiar menghapuskan yang namanya  politik transaksional atau politik uang,” ujar Ahmad Aziz. Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak menggadaikan masa depan hanya karena iming-iming uang dalam jumlah kecil.

Selain politik uang, Ahmad Aziz juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan kemampuan digital sebagai sarana edukasi politik dengan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang dapat memecah persatuan.

Ahmad Aziz juga mengajak para siswa untuk menghormati perbedaan pilihan politik dan membangun kedewasaan dalam berdemokrasi. Dalam menentukan pilihan, pemilih pemula diharapkan tidak mengikuti tren atau ajakan orang lain, melainkan mempertimbangkan kemampuan, rekam jejak, dan kapasitas calon pemimpin.

Melalui program pengawasan partisipatif, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya membuka ruang bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi melalui edukasi dan keterlibatan aktif. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran politik sejak dini serta membentuk generasi muda yang kritis, cerdas, dan berintegritas.

“Mari kita gaungkan menjadi pemilih yang kritis, menjadi pemilih yang cerdas, menjadi pemilih yang kompeten, untuk mempersiapkan bahwa sahabat-sahabat semua adalah yang akan melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai seorang pemilih,” pungkas Ahmad Aziz.