Lompat ke isi utama

Berita

Jum'at Sehati, Ahmad Aziz Firdaus: Setiap Ikhtiar dan Keberhasilan Terjadi Atas Kuasa Allah SWT

Ahmad Aziz Firdaus

Tasikmalaya, 31 Juli 2026 – Keberhasilan dalam menjalankan pekerjaan kerap diukur dari kemampuan, pengalaman, maupun usaha yang dilakukan seseorang. Namun, bagi seorang muslim, setiap ikhtiar yang membuahkan hasil tidak dapat dilepaskan dari kehendak dan kuasa Allah SWT. Nilai tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan, Ahmad Aziz Firdaus, S.Sos., dalam tausiyah Program Jum'at Sehati yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (31/7/2026).

Dalam penyampaiannya, Ahmad Aziz mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa menanamkan keyakinan bahwa setiap kemampuan, kesempatan, dan keberhasilan yang dimiliki merupakan karunia Allah SWT, sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk merasa paling hebat atas apa yang telah dicapai.

"Mari kita belajar dan mengusahakan bersama-sama setiap hari bahwa apa yang kita kerjakan atas kuasa Allah SWT, bukan karena makhluk yang hebat, bukan karena diri kita yang hebat. Maka kita patut bersyukur atas apa yang bisa kita kerjakan dan juga patut bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan oleh Allah SWT," ujarnya.

Menurut Aziz, rasa syukur tidak hanya diwujudkan ketika memperoleh hasil yang baik, tetapi juga ketika Allah SWT memberikan kesehatan, kesempatan, dan kemampuan untuk terus berkarya serta menjalankan amanah yang diemban.

Ia juga mengingatkan bahwa seorang hamba tidak boleh menggantungkan harapan pada amal maupun merasa bahwa keberhasilan yang diraih semata-mata berasal dari kemampuan dirinya sendiri. Tugas manusia adalah terus berikhtiar melakukan kebaikan, melaksanakan perintah Allah SWT, serta menjauhi segala larangan-Nya, sementara hasil akhirnya merupakan hak prerogatif Allah SWT.

"Bahwa sesuatu hal yang diberikan oleh Allah, kita tidak boleh bergantung pada amal perbuatan kita. Tugas kita sebagai hamba kepada Sang Khalik adalah terus berusaha melakukan kebaikan-kebaikan, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya," tuturnya.

Aziz juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya untuk membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Menurutnya, kesadaran bahwa seluruh ikhtiar terjadi atas kuasa Allah SWT akan melahirkan pribadi yang rendah hati, tidak mudah berbangga diri, dan senantiasa bersyukur atas setiap amanah yang diberikan.

"Mari kita usahakan bersama, bagi diri sendiri, di keluarga, dan di kantor, dalam melaksanakan tugas kelembagaan kita harus menanamkan dalam diri bahwa apa pun yang kita kerjakan atas kuasa Sang Khalik, yaitu Allah SWT. Jadi kita patut bersyukur atas apa yang bisa kita kerjakan," katanya.

Program Jum'at Sehati dilaksanakan secara daring karena bertepatan dengan pelaksanaan Work From Home (WFH), sebagai tindak lanjut instruksi Bawaslu Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda, S.P., Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Syarif Ali, S.Ag., Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Ahmad Aziz Firdaus, S.Sos., Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dede Hendayana, S.STP., M.Si., para Kepala Subbagian, serta jajaran staf.

Melalui Program Jum'at Sehati, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya menghadirkan pembinaan rohani sebagai bagian dari penguatan budaya organisasi. Nilai-nilai syukur, kerendahan hati, dan tawakal yang disampaikan dalam tausiyah diharapkan dapat menjadi landasan moral bagi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu secara profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab.