Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Kenalkan Empat Cara Pelajar Ikut Mengawasi Pemilu
|
Tasikmalaya - Memberikan informasi awal, ikut mencegah pelanggaran, melaporkan dugaan pelanggaran, dan memantau tahapan merupakan empat bentuk keterlibatan warga yang dikenalkan Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Syarif Ali kepada pelajar SMAS PGRI 43 Singaparna. Menurutnya, pemilih pemula perlu mengenal apa yang dapat mereka lakukan ketika menjumpai kendala yang menyulitkan warga menggunakan hak pilih.
Syarif, yang menjabat Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, menyampaikan materi itu dalam kegiatan observasi di Aula Gedung Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/11/2026). Ia menjelaskan bahwa Bawaslu beserta jajaran pengawas menjalankan tugas pengawasan secara kelembagaan. Warga dapat mengambil bagian dengan menyampaikan apa yang mereka ketahui tentang pelaksanaan Pemilu di lingkungannya.
“Kalau menemukan dugaan pelanggaran, pelajar bisa menyampaikan informasi awal kepada Bawaslu. Yang disampaikan adalah apa yang diketahui. Dalam ikut mengawasi, kita harus tetap independen,” kata Syarif.
Syarif memberi contoh persoalan yang perlu mendapat perhatian masyarakat dalam Pemilihan, antara lain intimidasi terhadap pemilih, masalah data pemilih, serta tempat pemungutan suara yang sulit diakses. Persoalan akses, misalnya, bisa luput dari perhatian warga yang dapat menjangkau tempat pemungutan suara dengan mudah. Bagi pemilih yang kesulitan menjangkaunya, kondisi tempat itu justru ikut menentukan apakah ia dapat menggunakan hak pilihnya.
Ia juga mengenalkan perbedaan antara pelanggaran administrasi, tindak pidana Pemilu, dan pelanggaran kode etik penyelenggara. Pemahaman tentang jenis persoalan itu, menurut Syarif, perlu disertai kepedulian terhadap prosesnya. Anak muda dapat mengambil peran pencegahan dari ruang yang mereka gunakan setiap hari, misalnya dengan menahan diri dari menyebarkan kabar bohong atau konten yang mempertentangkan identitas masyarakat.
“Di media sosial, pemilih pemula juga bisa ikut mencegah pelanggaran. Mulailah dengan tidak menyebarkan berita bohong dan gunakan ruang itu untuk mengajak teman ikut peduli pada jalannya Pemilu,” ujarnya.
Untuk siswa yang ingin belajar lebih jauh, Syarif mengenalkan sejumlah bentuk pengawasan partisipatif, di antaranya Forum Warga, Pojok Pengawasan Pemilu, dan Saka Adyasta Pemilu. Melalui contoh tersebut, siswa dapat mengenal pilihan untuk terlibat, mulai dari bertukar informasi di lingkungan sendiri hingga memantau pelaksanaan tahapan secara independen.