Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Gelar Jumat Sehati, Dodi Juanda Ajak Jajaran Mensyukuri Nikmat Pekerjaan

Dodi Juanda

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati (Sehat Jasmani dan Hati) melalui tadarus Al-Qur’an secara daring pada Jumat (21/8/2026), yang dilaksanakan dalam rangkaian agenda Work From Home (WFH). Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya Ketua Dodi Juanda serta Anggota Syarif Ali dan Ahmad Aziz Firdaus, bersama jajaran sekretariat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual, membangun integritas, serta menumbuhkan kebersamaan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta melaksanakan tadarus Al-Qur’an dengan membaca Surat Al-An’am. Kegiatan tadarus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keimanan, amanah, dan tanggung jawab yang terkandung dalam ajaran Islam juga dinilai relevan untuk menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.

Setelah pelaksanaan tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan arahan Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda. Dalam arahannya, Dodi mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa mensyukuri nikmat pekerjaan yang telah diberikan Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan tindakan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Menurut Dodi, pekerjaan tidak semata-mata merupakan rutinitas, sumber penghasilan, maupun alat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam perspektif Islam, pekerjaan juga merupakan amanah dan dapat menjadi jalan menuju pahala apabila dijalankan dengan niat yang benar, cara yang baik, serta melalui jalan yang halal.

Dodi mengingatkan bahwa kesempatan untuk bekerja dan menjadi bagian dari Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya merupakan nikmat yang patut disyukuri. Di luar sana masih banyak masyarakat yang berusaha mendapatkan pekerjaan, bahkan harus melalui berbagai proses dan menghadapi penolakan. Karena itu, setiap jajaran perlu menyadari bahwa kesempatan bekerja merupakan rezeki yang diberikan Allah SWT.

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan yang dimiliki bukan semata-mata diperoleh karena kecerdasan, pendidikan, relasi, maupun koneksi yang dimiliki. Menurutnya, berbagai hal tersebut hanyalah sebab, sedangkan pada hakikatnya Allah SWT yang memberikan rezeki dan membuka jalan bagi seseorang untuk memperoleh pekerjaan.

Dalam arahannya, Dodi mengutip Surah An-Nahl ayat 53 yang menjelaskan bahwa segala nikmat yang ada pada manusia berasal dari Allah SWT. Ia juga mengingatkan kandungan Surah Ibrahim ayat 7 tentang janji Allah SWT untuk menambah nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar seluruh jajaran tidak mudah mengeluh atas pekerjaan yang dijalani, melainkan senantiasa melihatnya sebagai nikmat dan amanah.

Dodi menekankan bahwa bersyukur bukan hanya dengan mengucapkan “Alhamdulillah”, tetapi juga dengan menjaga pekerjaan melalui pelaksanaan tugas yang baik dan penuh tanggung jawab. Ia mengajak jajaran untuk tidak datang ke kantor sekadar memenuhi kewajiban absensi, tetapi hadir dengan niat bekerja, mengabdi, dan beribadah.

“Pekerjaan yang kita jalani hari ini adalah amanah. Mari kita syukuri dengan cara bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, memberikan manfaat bagi lembaga, dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Dodi.

Lebih lanjut, Dodi mengingatkan bahwa niat memiliki peran penting dalam setiap pekerjaan. Dengan niat bekerja sebagai bentuk ibadah, setiap individu diharapkan dapat menjalankan tugas dengan lebih ikhlas, bertanggung jawab, dan bersungguh-sungguh.

Dodi menyampaikan bahwa pesan tersebut juga merupakan pengingat bagi dirinya sendiri. Ia mengajak seluruh jajaran untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, khususnya dalam menjaga rasa syukur, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam bekerja.

Kegiatan Jumat Sehati ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berharap nilai-nilai spiritual dapat semakin memperkuat integritas jajaran serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang penuh tanggung jawab, keberkahan, dan manfaat bagi lembaga maupun masyarakat