Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Tekankan Penguatan SDM Sebagai Pondasi Pengawasan Pemilu dan Pemilihan
|
Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus selaku Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat, menyampaikan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai Pondasi utama dalam mewujudkan pengawasan Pemilu dan Pemilihan yang berkualitas. Hal tersebut disampaikannya dalam siaran radio bersama Purbasora FM, Kamis (16/4/2026).
Mengangkat tema “Membangun SDM Pengawas Pemilu yang Tangguh, Kompeten, dan Berbasis Nilai Organisasi”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dalam memberikan edukasi kepemiluan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap pentingnya peran Pengawas dalam menjaga demokrasi.
Dalam pemaparannya, Ahmad Aziz Firdaus menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan Pemilu dan Pemilihan tidak hanya ditentukan oleh sistem dan regulasi, tetapi sangat bergantung pada kualitas SDM yang menjalankannya. Ia menilai bahwa SDM pengawas tidak bisa dipandang sekadar sebagai pelaksana teknis, melainkan sebagai aktor utama yang berperan dalam menjaga kualitas demokrasi.
“SDM pengawas harus memiliki kapasitas dan integritas. Tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu membaca potensi pelanggaran, mengambil keputusan secara objektif, serta menjaga independensi dalam setiap proses pengawasan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya strategi pengembangan SDM yang berkelanjutan, mulai dari proses rekrutmen berbasis merit system , peningkatan kompetensi melalui pelatihan, hingga penguatan nilai integritas dan etika dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tanpa penguatan pada aspek tersebut, potensi konflik kepentingan dan ketidakprofesionalan dalam pengawasan akan sulit dihindari.
Lebih lanjut, Ahmad Aziz Firdaus mengungkapkan bahwa tantangan dalam membangun SDM pengawas Pemilu tidaklah ringan. Selain tingginya kebutuhan sumber daya manusia dalam waktu singkat, pengawas juga dihadapkan pada tekanan politik serta dinamika sosial di tengah masyarakat.
“Tantangan terbesar adalah menjaga integritas di tengah berbagai tekanan dan interaksi sosial. Oleh karena itu, pengawas harus memiliki keteguhan sikap serta komitmen terhadap kode etik yang berlaku,” ujarnya
Selain itu, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya juga terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui pengawasan partisipatif. Menurutnya, keberhasilan pengawasan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Menutup penyampaiannya, Ahmad Aziz Firdaus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya.
“Mari kita ikhtiarkan bersama antara Bawaslu, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjalankan peran masing-masing secara optimal, sehingga kualitas demokrasi ke depan dapat terus meningkat,” pungkasnya