Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya gelar Apel siaga, 3.627 Pengawas Pemilihan Siap Awasi Masa Tenang dan Pemungutan serta Penghitungan Suara pada Pemilihan Serentak 2024
|
Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menggelar apel siaga Pengawas Pemilihan se-Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka Pengawasan masa tenang dan pemungutan serta penghitungan suara pada Pemilihan Serentak tahun 2024. Apel Siaga ini digelar di Lapangan Upacara Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dengan dihadiri oleh 3.627 Pengawas dari tingkat Kabupaten, kecamatan, hingga Pengawas TPS (PTPS). Sabtu (23/11/2024)
Apel siaga ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zen, Dandim 0612 Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Kota, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Danlanud Wiradinata, KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ketua ormas Islam, Ketua KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Partai Politik di Kabupaten Tasikmalaya,Tim sukses Pasangan Calon, Kepala Dinas se-Kabupaten Tasikmalaya, Universitas dan Sekolah tinggi se-Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan ini menunjukan kesiapan Bawaslu beserta seluruh jajaran Pengawas pemilihan pada tingkat Kecamatan hingga tingkat PTPS untuk mengawasi tahapan masa tenang dan mengawasi pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan serentak tahun 2024
Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda, menekankan pentingnya pengawasan yang berintegritas untuk menjaga kredibilitas demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam arahannya, Dodi menyampaikan bahwa praktik politik uang dan pemberian sembako harus dihindari demi menjaga kemurnian proses demokrasi. "Jangan dinodai proses pemilihan ini dengan politik uang, jangan dinodai oleh politik sembako. Ini adalah hal yang negatif dan mencederai proses demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya. Teman-teman PTPS punya tugas untuk mengamankan wilayahnya masing-masing, agar warga masyarakat kita tidak menerima suap politik dalam bentuk apapun," tegasnya.
Dodi juga menambahkan bahwa pengawasan yang dilakukan harus didasarkan pada asas kejujuran, integritas, dan keadilan. "Kepercayaan publik dan masyarakat harus dijawab dengan kerja-kerja pengawasan yang benar-benar berintegritas, jujur, dan adil. Proses pemungutan dan penghitungan suara harus diawasi dengan ketat agar tidak ada manipulasi suara. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa suara mereka tidak akan berubah sampai proses penetapan di tingkat pleno KPU Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat," tambahnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zen, dalam sambutannya juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan selama masa tenang dan tahapan pemilu. Ia menyatakan bahwa periode ini rawan pelanggaran, seperti politik uang, intimidasi, dan manipulasi informasi, sehingga kehadiran dan kesiapsiagaan pengawas pemilu menjadi sangat krusial.
"Tahapan masa tenang hingga pemungutan dan penghitungan suara adalah periode yang sangat krusial dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Potensi pelanggaran cukup tinggi, maka dari itu kehadiran dan kesiapsiagaan kita dalam mengawasi tahapan ini sangat penting. Saya mengapresiasi langkah Bawaslu dan mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk turut berpartisipasi aktif dalam pengawasan ini," ujar Mohammad Zen.
Ia juga menegaskan "bahwa setiap suara rakyat harus dijaga kejujurannya karena merupakan wujud nyata kedaulatan bangsa. Apel siaga ini menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen bersama, menyatukan langkah, dan menyegarkan kembali semangat kita dalam tugas mulia pengawasan," pungkasnya.
Dalam kegiatan Apel Siaga ini juga dilakukan penekanan tombol sirine secara bersamaan sebagai bentuk simbolis oleh Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Sekda Kabupaten Tasikmalaya KPU Kabupaten Tasikmalaya, Kejaksaan Negeri, Dandim 0612, Kapolres Tasikmalaya, Danlanud Wiradinata.
Penulis: FN