Lompat ke isi utama

Berita

Tak Sekadar Pemberitaan, Kehumasan Bawaslu se-Jawa Barat Didorong Lebih Kreatif dan Dekat dengan Masyarakat

Rakor

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Syarif Ali mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dalam Masa Non-Tahapan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Barat secara daring, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut turut diikuti jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan melalui Zoom Meeting tersebut dilaksanakan dalam rangka optimalisasi fungsi kehumasan, peliputan, dokumentasi, serta keterbukaan informasi publik melalui pengelolaan dan publikasi konten media sosial. Forum ini sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk mendorong penyajian informasi yang informatif, edukatif, dan akuntabel kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Provinsi Jawa Barat turut menghadirkan peneliti dan praktisi komunikasi Mahbub Ubaedi Alwi sebagai narasumber. Kehadiran narasumber menjadi bagian dari penguatan perspektif kehumasan dalam mengembangkan komunikasi publik dan pengelolaan konten yang lebih efektif di lingkungan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat yang membidangi Kehumasan dan Data Informasi, Muamarullah, menekankan bahwa kehumasan tidak semestinya dimaknai hanya sebagai aktivitas pemberitaan. Kehumasan memiliki peran yang lebih luas sebagai pendekatan kelembagaan untuk membangun kedekatan Bawaslu dengan masyarakat.

“Kehumasan bukan hanya pemberitaan. Kehumasan adalah spirit pendekatan kita kepada masyarakat. Kita harus mampu menyampaikan kepada publik bahwa Bawaslu tetap hadir dan bekerja meskipun sedang dalam masa non-tahapan,” ujar Muamarullah.

Menurutnya, masa non-tahapan menghadirkan tantangan tersendiri bagi pengelolaan kehumasan, di antaranya keterbatasan anggaran serta intensitas kegiatan yang berbeda dibandingkan pada masa tahapan Pemilu. Kondisi tersebut perlu dijawab melalui kreativitas dalam menentukan isu serta mengemas informasi agar tetap relevan dan menarik bagi masyarakat.

Muamarullah juga mengevaluasi pelaksanaan program Rabu Ngonten sebagai salah satu upaya penguatan publikasi Bawaslu di Jawa Barat. Ia mendorong Bawaslu Kabupaten/Kota agar lebih fleksibel dalam menentukan isu, tema, dan bentuk konten sesuai karakteristik daerah masing-masing. Penentuan target audiens, termasuk generasi muda, juga perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan pendekatan dan penyajian konten.

Dalam pengemasan konten, ia meminta jajaran kehumasan untuk tidak terpaku pada pola yang kaku. Publikasi harus banyak menghadirkan masyarakat maupun aktivitas kelembagaan sehingga informasi terasa lebih dekat dengan publik.