Lompat ke isi utama

Berita

Pemilih Cerdas Bukan Sekadar Ikut-ikutan, Nasita Mutiara memberikan edukasi kepada Pelajar SMK Padakembang

SMK Padakembang

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Nasita Mutiara, memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula di SMK Padakembang pada Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 siswa-siswi SMK Padakembang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran demokrasi serta mendorong generasi muda menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program AKSI (Amanat, Kesadaran Demokrasi dan Sosialisasi Interaktif) Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dalam mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami pentingnya pemilu dan peran pemilih dalam menentukan masa depan bangsa.

Dalam penyampaiannya, Nasita menjelaskan bahwa pemilu memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan anak muda. Berbagai keputusan yang dihasilkan melalui proses politik dapat berdampak terhadap pendidikan, lapangan pekerjaan, harga kebutuhan sehari-hari, transportasi, perkembangan teknologi, fasilitas publik, hingga masa depan generasi muda.

“Pemilu bukan hanya urusan orang tua. Anak muda juga memiliki kepentingan terhadap kebijakan yang dihasilkan melalui proses politik. Karena itu, sejak menjadi pemilih pemula, penting untuk memahami dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab,” ujar Nasita.

Nasita menjelaskan, seseorang yang telah berusia 17 tahun atau sudah/pernah menikah memiliki kesempatan menggunakan hak pilih sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pengalaman pertama memberikan suara bukan sekadar mencoblos, tetapi menjadi kesempatan untuk menentukan siapa yang akan mewakili kepentingan masyarakat.

Ia mengajak siswa agar tidak menentukan pilihan hanya karena calon memiliki penampilan menarik, terkenal, viral di media sosial, mendapat pemberian, ataupun karena mengikuti pilihan teman dan keluarga. Pemilih perlu menggunakan prinsip 3P, yaitu Program, Profil, dan Pertimbangan.

“Kenali programnya, lihat profil dan rekam jejaknya, kemudian pertimbangkan apakah program dan sosok tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jangan memilih hanya karena ikut-ikutan,” jelas Nasita.

Selain itu, Nasita mengingatkan siswa untuk berhati-hati terhadap hoaks dan informasi politik di media sosial. Ia mengajak pemilih menerapkan prinsip “cek, bandingkan, pastikan” sebelum mempercayai maupun menyebarkan suatu informasi, serta mampu membedakan fakta dan opini.

Nasita juga mengingatkan agar pemilih tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pilihan politik. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menghina, menyebarkan kebencian, maupun memutus pertemanan.

Ia turut menegaskan pentingnya menolak politik uang. Pemilih diminta tidak menukar suara dengan uang, barang, sembako, maupun fasilitas tertentu karena suara memiliki nilai penting bagi masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berharap pemilih pemula dapat menjadi generasi yang kritis, mampu mengecek fakta, memahami pilihan, menghargai perbedaan, tidak mudah terprovokasi, serta menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab.