Memaknai Kebaikan dan Kesetaraan, Ahmad Aziz Firdaus Ajak Jajaran Perbaiki Cara Pandang
|
Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati (Sehat Jasmani dan Hati) pada Jumat (11/9/2026) dalam rangkaian agenda Work From Home (WFH). Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya Ketua Dodi Juanda serta Anggota Ahmad Aziz Firdaus, Syarif Ali dan Nasita Mutiara, bersama jajaran sekretariat.
Jumat Sehati menjadi salah satu ruang bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, membangun kebersamaan, sekaligus menjadi sarana refleksi dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas kelembagaan.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus, menyampaikan materi yang mengaitkan pesan tentang keikhlasan dalam berbuat baik dengan pentingnya membangun sikap saling menghormati antara laki-laki dan perempuan.
Mengawali penyampaiannya, Ahmad menilai pesan yang disampaikan Nasita Mutiara sebelumnya mengenai kebaikan dan keikhlasan memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya menjadikan pujian atau penghargaan dari manusia sebagai ukuran utama atas kebaikan yang dilakukan.
“Kalau kita berbuat baik, jangan sampai kebaikan itu selalu kita ukur dari apakah manusia menghargai atau memuji kita. Sebab, pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana Allah melihat apa yang kita lakukan,” ujar Ahmad.
Ahmad kemudian mengajak jajaran untuk memahami hubungan laki-laki dan perempuan secara proporsional. Menurutnya, dalam Islam, laki-laki dan perempuan pada hakikatnya merupakan sesama manusia dan sama-sama ciptaan Allah SWT yang memiliki kehormatan.
Ia mengutip ungkapan “An-nisā’u syaqā’iqu ar-rijāl” yang secara umum dipahami bahwa perempuan merupakan saudara bagi laki-laki. Pemahaman tersebut, menurut Ahmad, penting untuk membangun sikap saling menghormati dan tidak menempatkan perempuan sebagai pihak yang lebih rendah.
Ahmad juga mengingatkan bahwa kisah Nabi Adam dan Hawa tidak semestinya dipahami dengan menempatkan perempuan sebagai satu-satunya pihak yang menyebabkan Adam keluar dari surga. Al-Qur’an menggambarkan bahwa setan membujuk keduanya. Dengan demikian, laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki tanggung jawab atas pilihan dan perbuatannya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an dalam Surah An-Nisa ayat 1 menjelaskan manusia diciptakan dari satu jiwa. Sementara dalam Surah An-Nahl ayat 97 ditegaskan bahwa laki-laki maupun perempuan yang beriman dan mengerjakan amal saleh akan memperoleh balasan atas amalnya.
“Yang membedakan manusia di hadapan Allah bukanlah jenis kelaminnya, melainkan ketakwaan dan amal salehnya,” katanya.
Melalui Jumat Sehati, Ahmad mengajak jajaran untuk terus belajar membangun relasi yang dilandasi penghormatan, baik di lingkungan kerja maupun keluarga. Laki-laki dan perempuan, menurutnya, memiliki peran, kewajiban, serta tanggung jawab yang perlu dijalankan dengan saling menghargai dan memberikan manfaat.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun jajaran yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki sikap saling menghormati, menjaga ucapan, dan terus melakukan refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.