Lompat ke isi utama

Berita

Jumat Sehati Jadi Ruang Pengingat, Nasita Mutiara: Tetaplah Berbuat Baik

Nasita Mutiara

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati (Sehat Jasmani dan Hati) pada Jumat (11/9/2026) sebagai bagian dari rangkaian agenda Work From Home (WFH). Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya Ketua Dodi Juanda serta Anggota Ahmad Aziz Firdaus, Syarif Ali dan Nasita Mutiara, bersama jajaran sekretariat.

Jumat Sehati menjadi salah satu upaya Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus membangun kebersamaan dan integritas jajaran. Melalui kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu diharapkan tidak hanya menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas, tetapi juga terus menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Nasita Mutiara, menyampaikan kultum dengan mengangkat pesan tentang pentingnya untuk tidak pernah lelah menjadi orang baik. Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak selalu harus mendapatkan penghargaan atau balasan dari manusia.

Nasita mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari seseorang terkadang merasa kecewa ketika kebaikan yang telah dilakukan tidak dihargai. Padahal, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ketulusan memiliki nilai di hadapan Allah SWT.

“Kadang kita merasa, saya sudah berbuat baik, tetapi kok tidak dihargai. Kita sudah membantu orang lain, tetapi mungkin kebaikan itu tidak diingat. Kita sudah berusaha menjaga perasaan orang lain, tetapi justru perasaan kita yang terkadang terluka,” ujar Nasita.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk berhenti berbuat baik. Sebab, kebaikan tidak semata-mata dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dari manusia, melainkan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT.

Nasita mengingatkan bahwa Allah SWT telah menjanjikan balasan atas setiap kebaikan yang dilakukan manusia. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7, yang menjelaskan bahwa barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya akan melihat balasannya.

“Zarrah itu sesuatu yang sangat kecil. Artinya, tidak ada kebaikan yang benar-benar sia-sia di hadapan Allah. Mungkin manusia lupa bahwa kita pernah membantu, mungkin manusia tidak tahu perjuangan kita, bahkan mungkin tidak ada yang mengucapkan terima kasih kepada kita. Tetapi Allah tahu semuanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nasita mengajak seluruh jajaran untuk tetap menjaga kejujuran, kepedulian, serta tutur kata meskipun dalam kehidupan tidak selalu mendapatkan perlakuan yang sama dari orang lain. Menurutnya, berbuat baik bukan karena seseorang lemah, tetapi karena ingin menjaga hati dan mempertahankan nilai-nilai kebaikan di hadapan Allah SWT.