Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Edukasi 600 Siswa SMK Padakembang Jadi Pemilih Cerdas Menuju Pemilu 2029

SMK Padakembang

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Syarif Ali, menjadi pembina upacara bendera di SMK Padakembang pada Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 600 siswa-siswi SMK Padakembang, kepala sekolah,  serta para guru.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda, khususnya calon pemilih pemula. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menentukan kualitas demokrasi dan memilih pemimpin yang ideal pada masa mendatang.

Dalam amanatnya, Syarif Ali mengajak para siswa-siswi SMK Padakembang untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas. Ia menyampaikan bahwa para siswa yang saat ini masih duduk di bangku sekolah akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 karena telah memiliki hak pilih sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, hak pilih bukan hanya sebatas datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Pemilih harus mampu mempertimbangkan kemampuan, rekam jejak, serta visi dan gagasan calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.

“Adik-adik semua nanti di tahun 2029 akan menjadi pemilih pemula. Ketika sudah memiliki hak pilih, gunakan hak tersebut sesuai dengan aturan perundang-undangan. Jadilah pemilih yang cerdas agar mampu menentukan pemimpin yang ideal dan benar-benar memiliki kapasitas untuk membawa perubahan,” ujar Syarif Ali.

Selain memberikan pemahaman tentang demokrasi, Syarif Ali juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat informasi dapat menyebar dengan cepat, termasuk berita bohong atau hoaks. Oleh karena itu, generasi muda harus meningkatkan literasi digital dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya.

“Kecanggihan teknologi saat ini membuat penyebaran informasi menjadi sangat mudah. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan sikap kritis. Saring terlebih dahulu informasi yang diterima, pastikan kebenarannya, kemudian baru membagikannya,” kata Syarif Ali.

Ia juga mengajak siswa untuk tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memecah persatuan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMK Padakembang menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi demokrasi yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap siswa-siswi SMK Padakembang tidak hanya menjadi pemilih yang hadir di TPS, tetapi menjadi pemilih yang memahami proses demokrasi.

“Diharapkan siswa-siswi SMK Padakembang menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Pada tahun 2029 nanti kalian harus menggunakan hak pilih dengan tanggung jawab serta mampu memilih pemimpin yang tepat. Melalui sosialisasi dari Bawaslu, siswa juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada keluarga tentang aturan dalam pemilu, termasuk hal-hal yang diperbolehkan maupun yang melanggar,” ujar Kepala SMK Padakembang.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berharap siswa-siswi SMK Padakembang dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas pada Pemilu 2029.