Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dorong Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif melalui Program AKSI di SMK Singaparna
|
Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya kembali menggelar Sosialisasi Interaktif melalui program AKSI (Amanat, Kesadaran Demokrasi dan Sosialisasi Interaktif) di SMK Singaparna, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang diikuti 63 siswa-siswi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kepemiluan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, yakni Ahmad Aziz Firdaus, Syarif Ali, dan Tamrin, serta melibatkan kader Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang turut memberikan edukasi mengenai peran masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
Kepala SMK Singaparna, Sri Mulyani, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan demokrasi penting diberikan sejak dini karena sebagian siswa berpotensi menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan kembali kepada siswa lainnya.
Dalam arahannya, Tamrin menekankan bahwa berbagai kebijakan publik yang memengaruhi kehidupan masyarakat tidak terlepas dari proses politik. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami demokrasi agar memiliki kepedulian terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Ahmad Aziz Firdaus menjelaskan bahwa politik berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga perekonomian. Ia mengajak para siswa untuk tidak bersikap apatis terhadap politik, melainkan membangun kepedulian, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.
Dalam penyampaian materinya, Ahmad Aziz Firdaus juga menekankan pentingnya keberanian sebagai bekal generasi muda untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut disampaikan melalui interaksi langsung dengan mengajak salah seorang siswa tampil di hadapan peserta lainnya. Melalui pendekatan tersebut, ia memberikan pemahaman bahwa keberanian dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti percaya diri, berbicara di depan umum, dan menyampaikan pendapat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kemandirian dalam menentukan pilihan politik. Menurutnya, keputusan harus didasarkan pada pertimbangan rasional, bukan karena pengaruh materi maupun tekanan pihak lain.
"Jangan karena faktor uang. Harus berdasarkan hati, rasional, berdasarkan kapasitas dan kemampuan," ujar Ahmad Aziz Firdaus.
Dalam kesempatan yang sama, Syarif Ali menekankan pentingnya menjadi pemilih cerdas dengan mengenali profil, rekam jejak, dan program calon pemimpin. Ia juga mengingatkan siswa agar berhati-hati terhadap informasi di media sosial serta mampu membedakan fakta dan opini.
Syarif Ali turut menjelaskan mekanisme penyampaian dugaan pelanggaran Pemilu, termasuk perbedaan antara temuan pengawas, laporan masyarakat, dan informasi awal yang dapat ditindaklanjuti Bawaslu.
"Lebih baik kita mencegah terjadinya politik uang ataupun pelanggaran lainnya daripada pelanggaran itu terjadi," tegas Syarif Ali.
Kegiatan semakin interaktif melalui keterlibatan kader P2P yang memperkenalkan tugas dan kewenangan Bawaslu serta pentingnya pengawasan partisipatif. Para siswa diajak memahami bahwa menjaga demokrasi dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui sikap kritis, menghargai perbedaan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Melalui program AKSI, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berharap para siswa SMK Singaparna dapat menjadi generasi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan berperan aktif dalam pengawasan Pemilu, sekaligus menjadi penyampai pesan demokrasi kepada lingkungan sekitarnya.