Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Ajak 1.349 Siswa SMK Singaparna Jadi Pemilih Cerdas dan Hargai Perbedaan Menuju Pemilu 2029
|
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Syarif Ali, kembali menjadi pembina upacara bendera di SMK Singaparna, Senin (12/10/2026). Di hadapan 1.349 siswa-siswi SMK Singaparna, Syarif Ali menyampaikan pendidikan politik mengenai pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus menanamkan nilai-nilai demokrasi yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai perbedaan dalam menyongsong Pemilu 2029.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui program AKSI (Amanat, Kesadaran Demokrasi dan Sosialisasi Interaktif) Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya yang berfokus pada penguatan pemahaman kepemiluan, khususnya bagi kalangan pemilih pemula. Melalui pendekatan edukatif, para siswa diajak memahami pentingnya hak pilih, partisipasi politik, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan demokrasi.
Dalam penyampaian materinya, Syarif Ali menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, menjadi pemilih cerdas tidak cukup hanya memahami tata cara memberikan suara, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, mengenali informasi yang benar, serta menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang rasional.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai dengan keyakinan dan pertimbangannya masing-masing. Oleh karena itu, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan munculnya permusuhan maupun perpecahan di tengah masyarakat.
“Berbeda pilihan bukan berarti bermusuhan. Berbeda pendapat bukan berarti harus saling menjatuhkan. Perbedaan adalah kekuatan dalam demokrasi,” tegas Syarif Ali.
Lebih lanjut, Syarif Ali mengajak para siswa untuk membangun sikap toleransi dan saling menghargai sejak dini. Ia menekankan bahwa demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh tingginya partisipasi pemilih, tetapi juga oleh kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan pandangan dan pilihan politik.
Selain itu, para siswa didorong untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama melalui media sosial. Kemampuan memilah informasi menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, provokasi, maupun informasi menyesatkan yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Melalui pendidikan politik tersebut, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berupaya menanamkan pemahaman bahwa hak pilih merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara dalam kehidupan demokrasi. Para siswa yang nantinya memenuhi persyaratan sebagai pemilih diharapkan mampu menggunakan hak pilih secara mandiri, tanpa tekanan maupun pengaruh kepentingan sesaat.
Program AKSI juga menjadi sarana bagi Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya untuk mendekatkan pendidikan demokrasi kepada lingkungan sekolah sekaligus memperluas pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengawasan partisipatif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berharap 1.349 siswa-siswi SMK Singaparna dapat menjadi generasi pemilih yang tidak hanya cerdas dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2029, tetapi juga mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang damai, inklusif, serta berkualitas.