Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus Tanamkan Kesadaran Politik dan Kesetaraan Gender kepada Pemilih Pemula SMK Padakembang
|
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus, memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula di SMK Padakembang pada Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 siswa-siswi SMK Padakembang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran demokrasi dan pemahaman politik generasi muda.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program AKSI (Amanat, Kesadaran Demokrasi dan Sosialisasi Interaktif ) Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dalam mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami proses demokrasi serta berperan aktif dalam menjaga kualitas pemilu.
Ahmad Aziz menyampaikan bahwa peran Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan terhadap tahapan pemilu, tetapi juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk calon pemilih pemula. Menurutnya, pemahaman politik sejak dini penting agar generasi muda mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang telah memasuki usia 17 tahun sudah memiliki hak politik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam perspektif agama, usia tersebut juga telah memasuki fase dewasa atau baligh sehingga perlu memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab sosial dan kebangsaan.
“Pendidikan politik bagi pemilih pemula merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi. Generasi muda harus memahami bahwa hak pilih bukan hanya sebuah hak, tetapi juga tanggung jawab untuk menentukan arah kepemimpinan bangsa ke depan,” ujar Ahmad Aziz.
Ahmad Aziz mengajak siswa-siswi SMK Padakembang agar tidak bersikap apatis terhadap politik. Menurutnya, berbagai kebijakan yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat merupakan hasil dari proses politik.
Ia menegaskan bahwa suara generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemilih pemula harus menggunakan hak pilihnya dengan memilih calon pemimpin berdasarkan kemampuan, kapasitas, integritas, dan rekam jejak, bukan karena pengaruh politik uang.
“Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang mampu menentukan pilihan berdasarkan kualitas calon pemimpin. Jangan memilih karena kepentingan sesaat, termasuk karena politik uang. Gunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab agar menghasilkan pemimpin yang berkompeten,” kata Ahmad Aziz.
Selain pendidikan politik, Ahmad Aziz juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Perkembangan teknologi membuat informasi dapat menyebar dengan cepat, termasuk berita bohong atau hoaks. Ia mengajak siswa menerapkan prinsip saring sebelum sharing serta memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Aziz juga memberikan materi mengenai kesetaraan gender dalam politik. Ia menjelaskan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi tanpa membedakan jenis kelamin maupun latar belakang.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk melakukan diskriminasi maupun perundungan. Keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun demokrasi yang inklusif.
“Kita semua memiliki kedudukan yang setara dalam kehidupan demokrasi. Setiap orang memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Keterbatasan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi modal untuk terus berkembang dan saling menghargai,” jelas Ahmad Aziz.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berharap siswa-siswi SMK Padakembang dapat menjadi generasi muda yang melek politik, kritis, berintegritas, menjunjung kesetaraan, serta menjadi pemilih cerdas pada Pemilu mendatang.