Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Syarif Ali Dorong Siswa SMK Al-Huda Menjadi Pemilih Kritis Melalui Pendidikan Politik
|
Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Syarif Ali, kembali melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada pemilih pemula di SMK Al-Huda pada Senin (31/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa-siswi dari SMK Al-Huda. Dalam kegiatan ini, Syarif Ali, Ahmad Aziz Firdaus dan Tamrin menjadi narasumber. Kegiatan ini juga menghadirkan Alumni P2P SMK Al-Huda yang turut memberikan pemahaman mengenai kepemiluan serta peran generasi muda dalam menjaga demokrasi.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun kesadaran politik sejak dini kepada pemilih pemula. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi serta menjaga kualitas pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Syarif Ali menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif. “Siswa-siswi sebagai bagian dari masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam pengawasan pemilu, mulai dari memberikan informasi awal, mencegah terjadinya pelanggaran, melaporkan dugaan pelanggaran, hingga ikut memantau proses demokrasi,” ujar Syarif Ali.
Selain itu, Syarif Ali juga mengingatkan para siswa mengenai bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi. Ia mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menerima informasi, melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Di era digital saat ini, generasi muda harus mampu menjadi pengguna media yang cerdas. Jangan langsung percaya terhadap informasi yang diterima, tetapi pahami, periksa, dan pastikan kebenarannya,” ujar Syarif Ali.
Kepala SMK Al-Huda, Ahmad Sofandi, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap edukasi politik tersebut dapat membentuk siswa menjadi pemilih pemula yang kritis dan mampu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang baik.
“kita berharap bahwasanya adik-adik di SMK Al-Huda ini di tahun 2029 menjadi pemilih pemula, karena syaratnya minimal usia 17 tahun. Harapannya dengan edukasi ini kalian akan menjadi pemilih yang kritis yang benar-benar mencerminkan sebagai pelajar dan nantinya menjadi mahasiswa atau pemilih kritis, yakni yang bisa memilih mana yang terbaik,” ujar Ahmad Sofandi.